Takana Jo Kampuang: Tanah Kelahiran Mama di Jorong Bateh Sariak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat
Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh,
Hai Keluarga Indonesia, semoga sehat selalu. Tak banyak pengalaman saya mengenai ranah minang. Tanah kelahiran Mama saya. Kampung halamannya sungguh indah. Berada di atas bukit dan masih dikelilingi hutan di sekitarnya. Setelah dewasa saya baru berkesempatan satu kali menginjakkan kaki di sana yaitu di Jorong Bateh Sariak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Waktu itu kebetulan pulang bersama-sama mama dan adik yang hendak melangsungkan acara lamaran di kota Padang.
Baca juga: Perjalanan Kuliner Padang Bukittinggi
![]() |
| Rumah masa kecil Mama |
Memulai perjalanan ke kampung kami bertolak dari Bukittinggi. Perjalanan menuju utara yang ditempuh selama kurang lebih 1 jam dengan kendaraan Kijang Innova. Terdapat persimpangan di sebelah kiri jalan yang ditandai dengan sebuah batu bertuliskan Simpang Patai dan sebuah pos penanda lokasi. Dari sana jalannya semakin menanjak, lalu terus lagi lebih ke dalam sekitar 500 meter. Kemudian sampailah kami di hamparan luas halaman hijau dan rumah yang syahdu. Dengan kolam ikan dan sawah persis di depan rumah!
Sejenak setelah beramah-tamah dengan Makdang dan Mak Uwo, kakak-kakak Mama, saya berjalan-jalan ke sekitar lingkungan rumah. Ternyata nenek dan adik-adiknya tinggal saling berdekatan. Tidak persis bersebelahan tetapi dapat dijangkau hanya dengan jalan kaki saja.
![]() |
| Bersama mama di depan rumah nenek |
![]() |
| Ke pematang sawah yang tidak jauh dari rumah |
Sawah-sawah terhampar luas. Keliahatan ya di ujung sana adalah hutan. Ah jika banyak waktu pingin sekali berpetualang menjelajah lebih jauh. Banyak Pohon Durian dan Pohon Cokelat di sini. Kebetulan saat itu sudah di penghujung musim Durian. Saya melihat masih ada tumpukannya di teras rumah. Hanya Durian kecil-kecil saja.
Baca juga: Resep Salad Selada Timun Nostalgia
![]() |
| Di waktu yang berbeda saat adik saya pulang kampung |
![]() |
| Salam rindu selalu, semoga suatu hari nanti bisa ke sana lagi, Aaamiin |
Saya pun menyebutnya surga. Sungguh tanah leluhur warisan nenek moyang dan alam seisinya merupakan anugerah bagi kita. Semoga selalu lestari dan terjaga hingga anak cucu kita dan seterusnya nanti. Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.
Love,
deravee







































